{"id":3621,"date":"2025-04-14T10:43:44","date_gmt":"2025-04-14T02:43:44","guid":{"rendered":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/?p=3621"},"modified":"2026-04-16T09:10:00","modified_gmt":"2026-04-16T01:10:00","slug":"sifat-hujan-bulan-februari-terpantau-normal-dan-bawah-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/?p=3621","title":{"rendered":"Ringkasan Informasi Iklim Bulan April 2026"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.&nbsp; Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Maret 2026<\/strong><strong> Provinsi Bali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; A. &nbsp; Analisis curah hujan bulan Maret 2026 adalah 37.5 \u2013 595.3 mm\/bulan dengan curah hujan tertinggi dalam bulan Maret 2026 adalah 595.3 mm\/bulan dengan 19 hari hujan terjadi di Kabupaten Buleleng bagian tengah (Kecamatan Sukasada).<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; B.&nbsp; &nbsp; Analisis sifat hujan Bulan Maret 2026 umumnya bervariasi dari <strong>Atas<\/strong> <strong>Normal (AN), Normal (N),<\/strong> dan <strong>Bawah Normal (BN).<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>2.&nbsp; Prediksi Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Mei, Juni, dan Juli 2026<\/strong><strong> Provinsi Bali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>A.&nbsp;&nbsp; Prediksi curah hujan Bulan Mei 2026 pada umumnya 33 \u2013 213 mm.<\/p>\n\n\n\n<p>Prediksi curah hujan Bulan Juni 2026 pada umumnya 23 \u2013 168 mm.<\/p>\n\n\n\n<p>Prediksi curah hujan Bulan Juli 2026 pada umumnya 9 \u2013 165 mm<strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>B.&nbsp;&nbsp; Prediksi Sifat Hujan pada Bulan Mei umumnya <strong>Bawah Normal (BN)<\/strong>, pada Bulan Juni umumnya <strong>Bawah Normal (BN)<\/strong>, dan Bulan Juli pada umumnya <strong>Bawah Normal (BN) <\/strong>dapat dilihat di (tabel 10, 12, 14).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3.&nbsp; Analisis Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi Bali Periode Januari<\/strong><strong> \u2013 Maret 2026<\/strong><strong> dan Prediksi Indeks Kekeringan dan Kebasahan Periode <\/strong><strong>Februari \u2013 April 2026 <\/strong><strong>Provinsi Bali.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>A. &nbsp; Analisis tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (<strong>Januari<\/strong><strong> \u2013 Maret 2026<\/strong>) di wilayah Provinsi Bali pada umumnya dalam kondisi <strong>Normal dan Agak Basah<\/strong><strong>.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>B.&nbsp; Prediksi tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (<strong>Februari \u2013 April 2026<\/strong>) di wilayah Provinsi Bali pada umumnya diprediksikan dalam kondisi<strong> Normal dan Agak Basah.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>4.&nbsp; Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut &#8211; Turut Update 10 Maret<\/strong><strong>, 20 Maret,<\/strong><strong> d<\/strong><strong>an 31 Maret 2026<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarian I Maret 2026 hujan masih turun di beberapa wilayah di Bali, khususnya wilayah Bali bagian tengah dan selatan, sehingga sebagian besar&nbsp; pos hujan di wilayah tersebut muncul dengan kriteria Masih Ada Hujan. Sedangkan untuk wilayah lain di Bali mulai tidak turun hujan, sehingga muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1-5 Hari Tanpa Hujan) hingga Pendek (6-10 Hari Tanpa Hujan).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada <a>dasarian II Maret, hujan kembali turun hampir diseluruh wilayah Bali, sehingga terpantau pos hujan dengan kriteria Masih Ada Hujan terlihat sangat mendominasi. Di wilayah Bali bagian utara dan timur terpantau beberapa titik pos hujan tidak turun hujan sehingga muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1 \u2013 5 Hari Tanpa Hujan).<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Pada <a>dasarian III di bulan Maret hujan mulai berkurang hampir di seluruh wilayah di Bali, sehingga sebagian besar pos hujan muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1 \u2013 5 Hari Tanpa Hujan). Sedangkan beberapa pos hujan di wilayah Bali bagian utara, barat dan timur, terpantau masih turun hujan, sehingga sebagian besar pos hujan di wilayah tersebut terpantau muncul dengan kriteria Masih Ada Hujan.<\/a> Beberapa pos hujan di wilayah Bali bagian selatan sudah muncul dengan kriteria kekeringan Menengah (11-20 Hari Tidak Turun Hujan), diantaranya pos hujan Abianbase (Gianyar), Penida (Nusa Penida), Yangapi (Tembuku), Pertima (Karangasem), dan Telaga Tawang (Sidemen).<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong><\/strong><strong>Analisis Tingkat Ketersediaan Air Tanah (KAT) Bulan Maret 2026<\/strong><strong> <\/strong><strong>Provinsi Bali<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Analisis tingkat ketersediaan air tanah secara umum di Provinsi Bali pada bulan Maret 2026, dominan berada dalam ketersediaan cukup. Tetapi terdapat beberapa wilayah di Bali bagian utara yang tingkat ketersediaan air tanahnya dalam kategori Sedang dan Kurang. <a>Daerah dengan tingkat ketersediaan air tanah<\/a><strong> Sedang dan Kurang <\/strong>yaitu di Sebagian kecil kecamatan Gianyar dan sebagian Kecamatan Melaya.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Prediksi Tingkat Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan Mei, Juni, dan Juli<\/strong><strong> 2026 <\/strong><strong>Provinsi Bali<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prediksi Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan Mei<\/strong><strong> 2026<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Padi pada bulan Mei 2026 didominasi oleh kategori Kurang.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Kedelai pada bulan Mei 20266 secara keseluruhan wilayah Bali didominasi oleh kategori Cukup.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Jagung pada bulan Mei 2026 didominasi oleh kategori Sedang hingga Kurang.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Kopi pada bulan Mei 2026 didominasi oleh kategori Sedang hingga Kurang. Beberapa wilayah di Bali bagian Selatan berada pada kategori Cukup.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Kakao pada bulan Mei 2026 didominasi oleh kategori Kurang.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Jeruk pada bulan Mei 2026 didominasi oleh kategori Kurang. Beberapa wilayah di Bali bagian Selatan berada pada kategori Cukup.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Jambu Mete pada bulan Mei 2026 didominasi oleh kategori Sedang hingga Kurang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Prediksi Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan Juni<\/strong><strong> 2026<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Padi pada bulan Juni 2026 didominasi oleh kategori Sedang hingga Kurang.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Kedelai pada bulan Juni 2026 secara keseluruhan wilayah Bali didominasi oleh kategori Cukup.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Jagung pada bulan Juni 2026 didominasi oleh kategori Kurang.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Kopi pada bulan Juni 2026 bervariasi. Sebagian besar wilayah Bali bagian barat dan timur berada pada kategori Sedang hingga Kurang, sedangkan beberapa wilayah di Bali bagian selatan berada pada kategori Sedang hingga Cukup.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Kakao pada bulan Juni 2026 didominasi oleh kategiri Kurang.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Jeruk pada bulan Juni 2026 juga masih bervariasi dari Sedang hingga Kurang. Terdapat beberapa wilayah di Bali bagian barat, timur, dan selatan berada pada kategori Sedang hingga Cukup.<\/li>\n\n\n\n<li>Prediksi KAT untuk komoditas Jambu Mete pada bulan Juni 2026 masih bervariasi. Tetapi wilayah Bali bagian barat, timur, dan selatan berada pada kategori Sedang hingga Kurang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"_df_book df-lite\" id=\"df_4057\"  _slug=\"buletin-iklim-desember-2025\" data-title=\"buletin-iklim-desember-2025\" wpoptions=\"true\" thumb=\"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/SEPTEMBER-2025-2.png\" thumbtype=\"\" ><\/div><script class=\"df-shortcode-script\" nowprocket type=\"application\/javascript\">window.option_df_4057 = {\"outline\":[],\"autoEnableOutline\":\"false\",\"autoEnableThumbnail\":\"false\",\"overwritePDFOutline\":\"false\",\"enableDownload\":\"true\",\"direction\":\"1\",\"pageSize\":\"0\",\"source\":\"https:\\\/\\\/staklim-bali.bmkg.go.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/12\\\/Buletin-Desember-2025_compressed.pdf\",\"wpOptions\":\"true\"}; if(window.DFLIP && window.DFLIP.parseBooks){window.DFLIP.parseBooks();}<\/script>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1.&nbsp; Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Maret 2026 Provinsi Bali &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; A. &nbsp; Analisis curah hujan bulan Maret 2026 adalah 37.5 \u2013 595.3 mm\/bulan dengan curah hujan tertinggi dalam bulan Maret 2026 adalah 595.3 mm\/bulan dengan 19 hari hujan terjadi di Kabupaten Buleleng bagian tengah (Kecamatan Sukasada). &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; B.&nbsp; &nbsp; Analisis sifat hujan Bulan Maret 2026 umumnya bervariasi dari Atas Normal (AN), Normal (N), dan Bawah Normal (BN). 2.&nbsp; Prediksi Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Mei, Juni, dan Juli 2026 Provinsi Bali A.&nbsp;&nbsp; Prediksi curah hujan Bulan Mei 2026 pada umumnya 33 \u2013 213 mm. Prediksi curah hujan Bulan Juni 2026 pada umumnya 23 \u2013 168 mm. Prediksi curah hujan Bulan Juli 2026 pada umumnya 9 \u2013 165 mm B.&nbsp;&nbsp; Prediksi Sifat Hujan pada Bulan Mei umumnya Bawah Normal (BN), pada Bulan Juni umumnya Bawah Normal (BN), dan Bulan Juli pada umumnya Bawah Normal (BN) dapat dilihat di (tabel 10, 12, 14). 3.&nbsp; Analisis Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi Bali Periode Januari \u2013 Maret 2026 dan Prediksi Indeks Kekeringan dan Kebasahan Periode Februari \u2013 April 2026 Provinsi Bali. A. &nbsp; Analisis tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (Januari \u2013 Maret 2026) di wilayah Provinsi Bali pada umumnya dalam kondisi Normal dan Agak Basah. B.&nbsp; Prediksi tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (Februari \u2013 April 2026) di wilayah Provinsi Bali pada umumnya diprediksikan dalam kondisi Normal dan Agak Basah. 4.&nbsp; Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut &#8211; Turut Update 10 Maret, 20 Maret, dan 31 Maret 2026 Pada dasarian I Maret 2026 hujan masih turun di beberapa wilayah di Bali, khususnya wilayah Bali bagian tengah dan selatan, sehingga sebagian besar&nbsp; pos hujan di wilayah tersebut muncul dengan kriteria Masih Ada Hujan. Sedangkan untuk wilayah lain di Bali mulai tidak turun hujan, sehingga muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1-5 Hari Tanpa Hujan) hingga Pendek (6-10 Hari Tanpa Hujan). Pada dasarian II Maret, hujan kembali turun hampir diseluruh wilayah Bali, sehingga terpantau pos hujan dengan kriteria Masih Ada Hujan terlihat sangat mendominasi. Di wilayah Bali bagian utara dan timur terpantau beberapa titik pos hujan tidak turun hujan sehingga muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1 \u2013 5 Hari Tanpa Hujan). Pada dasarian III di bulan Maret hujan mulai berkurang hampir di seluruh wilayah di Bali, sehingga sebagian besar pos hujan muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1 \u2013 5 Hari Tanpa Hujan). Sedangkan beberapa pos hujan di wilayah Bali bagian utara, barat dan timur, terpantau masih turun hujan, sehingga sebagian besar pos hujan di wilayah tersebut terpantau muncul dengan kriteria Masih Ada Hujan. Beberapa pos hujan di wilayah Bali bagian selatan sudah muncul dengan kriteria kekeringan Menengah (11-20 Hari Tidak Turun Hujan), diantaranya pos hujan Abianbase (Gianyar), Penida (Nusa Penida), Yangapi (Tembuku), Pertima (Karangasem), dan Telaga Tawang (Sidemen). Analisis tingkat ketersediaan air tanah secara umum di Provinsi Bali pada bulan Maret 2026, dominan berada dalam ketersediaan cukup. Tetapi terdapat beberapa wilayah di Bali bagian utara yang tingkat ketersediaan air tanahnya dalam kategori Sedang dan Kurang. Daerah dengan tingkat ketersediaan air tanah Sedang dan Kurang yaitu di Sebagian kecil kecamatan Gianyar dan sebagian Kecamatan Melaya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/bULETIN-IKLIM-2.png","author_info":{"display_name":"dbadmin","author_link":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/?author=1"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3621"}],"collection":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3621"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4214,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3621\/revisions\/4214"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}