{"id":4352,"date":"2026-07-12T13:10:21","date_gmt":"2026-07-12T05:10:21","guid":{"rendered":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/?p=4352"},"modified":"2026-07-12T13:10:21","modified_gmt":"2026-07-12T05:10:21","slug":"stasiun-klimatologi-bali-berkontribusi-dalam-fgd-review-dokumen-kajian-risiko-bencana-kabupaten-tabanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/?p=4352","title":{"rendered":"Stasiun Klimatologi Bali Berkontribusi dalam FGD Review Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tabanan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Tabanan, 23 April 2026<\/strong> \u2013 Stasiun Klimatologi Bali turut berpartisipasi dalam kegiatan <strong>Focus Group Discussion (FGD) Review Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Tabanan<\/strong> yang diselenggarakan di <strong>Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Kabupaten Tabanan<\/strong>, pada Kamis (23\/4). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan dokumen Kajian Risiko Bencana sebagai dasar perencanaan penanggulangan bencana yang lebih komprehensif, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p>FGD tersebut dihadiri oleh <strong>Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Bapak Amunudin Al Roniri<\/strong>, beserta jajaran staf Stasiun Klimatologi Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur TNI\/Polri, akademisi, praktisi kebencanaan, perwakilan dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Stasiun Klimatologi Bali menyampaikan paparan mengenai kondisi iklim wilayah Kabupaten Tabanan, tren curah hujan, potensi kejadian cuaca ekstrem, serta pengaruh variabilitas iklim terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi. Informasi tersebut menjadi salah satu masukan penting dalam proses penyempurnaan dokumen Kajian Risiko Bencana agar mampu menggambarkan kondisi ancaman yang lebih akurat dan sesuai dengan perkembangan terkini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Stasiun Klimatologi Bali, <strong>Amunudin Al Roniri<\/strong>, menegaskan bahwa informasi iklim memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan dokumen risiko bencana. Menurutnya, perubahan pola curah hujan dan meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan mitigasi maupun rencana pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><em>&#8220;Kajian risiko bencana yang didukung oleh data iklim yang akurat akan menghasilkan perencanaan yang lebih tepat sasaran. Informasi BMKG dapat menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi ancaman hidrometeorologi sehingga langkah mitigasi dan adaptasi dapat disusun secara lebih efektif,&#8221;<\/em> ujar Amunudin Al Roniri.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dalam diskusi, peserta FGD juga membahas berbagai potensi bencana yang dihadapi Kabupaten Tabanan, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir. Seluruh masukan dari para pemangku kepentingan akan digunakan untuk memperbarui dokumen Kajian Risiko Bencana agar sesuai dengan kondisi eksisting serta kebutuhan perencanaan penanggulangan bencana di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui keterlibatannya dalam kegiatan ini, Stasiun Klimatologi Bali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah melalui penyediaan data dan informasi iklim yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses. Sinergi antara BMKG, BPBD, pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat upaya pengurangan risiko bencana serta meningkatkan ketangguhan masyarakat Kabupaten Tabanan dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi.<\/p>\n\n\n\n<p>FGD berlangsung secara interaktif dengan sesi paparan, diskusi kelompok, dan penyampaian rekomendasi dari masing-masing instansi. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi landasan dalam penyempurnaan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tabanan sebagai acuan penyusunan program penanggulangan bencana yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.<audio autoplay=\"\"><\/audio><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture6-1024x768.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4353\" srcset=\"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture6-1024x768.png 1024w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture6-300x225.png 300w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture6-768x576.png 768w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture6-1536x1152.png 1536w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture6-2048x1536.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"456\" src=\"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture5-1024x456.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4354\" srcset=\"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture5-1024x456.png 1024w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture5-300x134.png 300w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture5-768x342.png 768w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture5-1536x685.png 1536w, https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture5-2048x913.png 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tabanan, 23 April 2026 \u2013 Stasiun Klimatologi Bali turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Review Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (23\/4). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan dokumen Kajian Risiko Bencana sebagai dasar perencanaan penanggulangan bencana yang lebih komprehensif, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan iklim. FGD tersebut dihadiri oleh Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Bapak Amunudin Al Roniri, beserta jajaran staf Stasiun Klimatologi Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur TNI\/Polri, akademisi, praktisi kebencanaan, perwakilan dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Stasiun Klimatologi Bali menyampaikan paparan mengenai kondisi iklim wilayah Kabupaten Tabanan, tren curah hujan, potensi kejadian cuaca ekstrem, serta pengaruh variabilitas iklim terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi. Informasi tersebut menjadi salah satu masukan penting dalam proses penyempurnaan dokumen Kajian Risiko Bencana agar mampu menggambarkan kondisi ancaman yang lebih akurat dan sesuai dengan perkembangan terkini. Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Amunudin Al Roniri, menegaskan bahwa informasi iklim memiliki peran strategis dalam mendukung penyusunan dokumen risiko bencana. Menurutnya, perubahan pola curah hujan dan meningkatnya frekuensi kejadian cuaca ekstrem perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan mitigasi maupun rencana pembangunan daerah. &#8220;Kajian risiko bencana yang didukung oleh data iklim yang akurat akan menghasilkan perencanaan yang lebih tepat sasaran. Informasi BMKG dapat menjadi dasar dalam mengidentifikasi potensi ancaman hidrometeorologi sehingga langkah mitigasi dan adaptasi dapat disusun secara lebih efektif,&#8221; ujar Amunudin Al Roniri. Dalam diskusi, peserta FGD juga membahas berbagai potensi bencana yang dihadapi Kabupaten Tabanan, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir. Seluruh masukan dari para pemangku kepentingan akan digunakan untuk memperbarui dokumen Kajian Risiko Bencana agar sesuai dengan kondisi eksisting serta kebutuhan perencanaan penanggulangan bencana di masa mendatang. Melalui keterlibatannya dalam kegiatan ini, Stasiun Klimatologi Bali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah melalui penyediaan data dan informasi iklim yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses. Sinergi antara BMKG, BPBD, pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat upaya pengurangan risiko bencana serta meningkatkan ketangguhan masyarakat Kabupaten Tabanan dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi. FGD berlangsung secara interaktif dengan sesi paparan, diskusi kelompok, dan penyampaian rekomendasi dari masing-masing instansi. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi landasan dalam penyempurnaan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tabanan sebagai acuan penyusunan program penanggulangan bencana yang lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16],"tags":[],"featured_image_src":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Picture6.png","author_info":{"display_name":"dbadmin","author_link":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/?author=1"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4352"}],"collection":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4352"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4355,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4352\/revisions\/4355"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staklim-bali.bmkg.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}