- Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Mei 2026 Provinsi Bali
A. Analisis curah hujan bulan Mei 2026 adalah 8.0 – 359.3 mm/bulan dengan
curah hujan tertinggi dalam bulan April 2026 adalah 359.3 mm dengan 18
hari hujan yang terjadi di Kabupaten Gianyar bagian tengah (Kecamatan
Tampaksiring).
B. Analisis sifat hujan Bulan Mei 2026 umumnya bervariasi dari Atas Normal
(AN), dan Normal (N). - Prediksi Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Juli, Agustus, dan September
2026 Provinsi Bali
A. Prediksi curah hujan Bulan Juli 2026 pada umumnya 9 – 165 mm.
Prediksi curah hujan Bulan Agustus 2026 pada umumnya 1 – 145 mm.
Prediksi curah hujan Bulan September 2026 pada umumnya 2 – 181 mm
B. Prediksi Sifat Hujan pada Bulan Juli umumnya Bawah Normal (BN), pada
Bulan Agustus umumnya Bawah Normal (BN), dan Bulan September pada
umumnya Bawah Normal (BN) dapat dilihat di (tabel 10, 12, 14). - Analisis Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi Bali Periode Maret –
Mei 2026 dan Prediksi Indeks Kekeringan dan Kebasahan Periode April –
Juni 2026 Provinsi Bali.
A. Analisis tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks
SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (Maret – Mei 2026) di
wilayah Provinsi Bali pada umumnya dalam kondisi Normal dan Agak
Basah.
B. Prediksi tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks
SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (April – Juni 2026) di
wilayah Provinsi Bali pada umumnya diprediksikan dalam kondisi Normal
dan Agak Kering.
xv - Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – Turut Update 10 Mei, 20 Mei, dan
31 Mei 2026
Pada dasarian I Mei 2026 hujan sudah mulai berkurang di beberapa wilayah
di Bali, khususnya wilayah Bali bagian utara, sehingga sebagian besar pos hujan
di wilayah tersebut muncul dengan kriteria kekeringan Pendek (6-10 Hari Tanpa
Hujan). Sedangkan untuk wilayah lain di Bali bervariasi antara kriteria kekeringan
Sangat Pendek (1-5 Hari Tanpa Hujan) hingga Pendek (6-10 Hari Tanpa Hujan).
Beberapa titik pos hujan di wilayah Bali bagian tengah masih turun hujan.
Pada dasarian II Mei, hujan sempat turun hampir diseluruh wilayah Bali,
sehingga terpantau pos hujan dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1–5 Hari
Tanpa Hujan) terlihat sangat mendominasi. Bahkan dibeberapa wilayah Bali
bagian tengah dan selatan terpantau beberapa titik pos hujan muncul dengan
kriteria Masih Ada Hujan. Terdapat 1 pos hujan yang muncul dengan kriteria
kekeringan Menengah (11-20 Hari Tanpa Hujan) yaitu di pos hujan Sambirenteng
(Tejakula).
Pada dasarian III di bulan Mei hujan sudah tidak turun hampir di seluruh
wilayah di Bali, sehingga hampir seluruh pos hujan muncul dengan kriteria
kekeringan Sangat Pendek (1-5 Hari Tanpa Hujan) hingga kriteria kekeringan
Menengah (11-20 Hari Tanpa Hujan). Sebaran pos hujan dengan kriteria
Menengah (11-20 Hari Tanpa Hujan) terpantau di wilayah Bali bagian barat dan
selatan.
xvi - Analisis Tingkat Ketersediaan Air Tanah (KAT) Bulan Mei 2026 Provinsi
Bali
Analisis tingkat ketersediaan air tanah Provinsi Bali pada bulan Mei 2026
sebagian besar berkategori Cukup. Daerah dengan tingkat ketersediaan air tanah
Kurang, yaitu sebagian kecil Kecamatan Melaya, Pekutatan, Mendoyo,
Gerokgak, Seririt, Selemadeg Barat, Buleleng, Kubu, Sukawati, Gianyar,
Denpasar Barat, Kuta, dan Nusa Penida, sedangkan daerah dengan kategori
Sedang terdapat di sebagian Kecamatan Gerokgak, Busung Biu, Bangli, sebagian
Kintamani, Kerambitan, Dawan, Sukawati, Denpasar Timur, dan Kuta Selatan. - Prediksi Tingkat Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan Juli,
Agustus, dan September 2026 Provinsi Bali
A. Prediksi Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan Juli 2026
a) Prediksi KAT untuk komoditas Padi pada bulan Juli 2026 didominasi
oleh kategori Kurang.
b) Prediksi KAT untuk komoditas Kedelai pada bulan Juli 2026 secara
keseluruhan wilayah Bali didominasi oleh kategori Cukup.
c) Prediksi KAT untuk komoditas Jagung pada bulan Juli 2026 didominasi
oleh kategori Kurang.
d) Prediksi KAT untuk komoditas Kopi pada bulan Juli 2026 bervariasi.
Sebagian besar wilayah Bali berada pada kategori Kurang.
e) Prediksi KAT untuk komoditas Kakao pada bulan Juli 2026 didominasi
oleh kategori Kurang.
f) Prediksi KAT untuk komoditas Jeruk pada bulan Juli 2026 juga masih
bervariasi, namun di wilayah Provinsi Bali didominasi oleh kategori
Kurang.
g) Prediksi KAT untuk komoditas Jambu Mete pada bulan Juli 2026 masih
bervariasi. Tetapi wilayah Bali bagian barat, timur, dan selatan berada
pada kategori Sedang hingga Kurang.
xvii
B. Prediksi Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan Agustus 2026
a) Prediksi KAT untuk komoditas Padi pada bulan Agustus 2026
didominasi pada kategori Kurang.
b) Prediksi KAT untuk komoditas Kedelai pada bulan Agustus 2026 hampir
keseluruhan wilayah Bali didominasi oleh kategori Cukup, namun
beberapa wilayah Bali bagian barat dan utara berada pada kategori
Sedang.
c) Prediksi KAT untuk komoditas Jagung pada bulan Agustus 2026
didominasi pada kategori Kurang.
d) Prediksi KAT untuk komoditas Kopi pada bulan Agustus 2026
didominasi pada kategori Kurang.
e) Prediksi KAT untuk komoditas Kakao pada bulan Agustus 2026
didominasi pada kategori Kurang.
f) Prediksi KAT untuk komoditas Jeruk pada bulan Agustus 2026
didominasi oleh kategori Sedang hingga Kurang.
g) Prediksi KAT untuk komoditas Jambu Mete pada bulan Agustus 2026
cukup bervariasi. Sebagian besar wilayah Bali bagian Sedang hingga
Kurang. Terdapat beberapa wilayah di Bali bagian barat, tengah, dan
timur berada pada kategori Sedang hingga Cukup.
xviii
C. Prediksi Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan September
2026
a) Prediksi KAT untuk komoditas Padi pada bulan September 2026
didominasi pada kategori Kurang.
b) Prediksi KAT untuk komoditas Kedelai pada bulan September 2026
hampir keseluruhan wilayah Bali didominasi oleh kategori Cukup, namun
beberapa wilayah Bali bagian barat dan utara berada pada kategori
Sedang hingga Kurang
c) Prediksi KAT untuk komoditas Jagung pada bulan September 2026
didominasi pada kategori Kurang.
d) Prediksi KAT untuk komoditas Kopi pada bulan September 2026
didominasi pada kategori Kurang.
e) Prediksi KAT untuk komoditas Kakao pada bulan September 2026
didominasi pada kategori Kurang.
f) Prediksi KAT untuk komoditas Jeruk pada bulan September 2026
didominasi oleh kategori Kurang.
g) Prediksi KAT untuk komoditas Jambu Mete pada bulan September 2026
cukup bervariasi. Sebagian besar wilayah Bali berada pada kategori
Kurang. Terdapat beberapa wilayah di Bali bagian barat, tengah, dan
timur berada pada kategori Sedang hingga Cukup.

28 Juli 2026


