1. Analisis Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan Juli 2026 Provinsi Bali
A. Analisis curah hujan bulan Juli 2026 adalah 0 – 425.5 mm/bulan dengan curah hujan tertinggi dalam bulan Juli 2026 adalah 425.5 mm dengan 17 hari hujan yang terjadi di Kabupaten Karangasem bagian selatan (Kecamatan Selat).
B. Analisis sifat hujan Bulan Juli 2026 umumnya Bawah Normal (BN).
2. Prediksi Curah Hujan dan Sifat Hujan Bulan September, Oktober, dan November 2026 Provinsi Bali
A. Prediksi curah hujan Bulan September 2026 pada umumnya 1 – 50 mm.
Prediksi curah hujan Bulan Oktober 2026 pada umumnya 0 – 100 mm.
Prediksi curah hujan Bulan November 2026 pada umumnya 18 – 150 mm
B. Prediksi Sifat Hujan pada Bulan September umumnya Bawah Normal (BN), pada Bulan Oktober umumnya Bawah Normal (BN), dan Bulan November pada umumnya Bawah Normal (BN) dapat dilihat di (tabel 10, 12, 14).
3. Analisis Tingkat Kekeringan dan Kebasahan Provinsi Bali Periode Mei – Juli 2026 dan Prediksi Indeks Kekeringan dan Kebasahan Periode Juni – Agustus 2026 Provinsi Bali.
A. Analisis tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (Mei – Juli 2026) di wilayah Provinsi Bali pada umumnya dalam kondisi Normal dan Agak Kering.
B. Prediksi tingkat kekeringan dan kebasahan dengan menggunakan indeks SPI untuk akumulasi curah hujan tiga bulanan (Juni – Agustus 2026) di wilayah Provinsi Bali pada umumnya diprediksikan dalam kondisi Normal dan Agak Kering.
4. Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – Turut Update 10 Juli, 20 Juli, dan 31 Juli 2026
Pada dasarian I Juli 2026 hujan sudah mulai berkurang di beberapa wilayah di Bali, khususnya wilayah Bali bagian utara dan barat, sehingga sebagian besar pos hujan di wilayah tersebut muncul dengan kriteria kekeringan Menengah (11-20 Hari Tanpa Hujan) hingga Panjang (21-30 Hari Tanpa Hujan). Bahkan beberapa pos hujan sudah mulai muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Panjang (31-60 Hari Tanpa Hujan), khususnya di wilayah Bali bagian barat.
Pada dasarian II Juli, hujan sempat turun khususnya di wilayah Bali bagian tengah dan timur, sehingga sebagian besar pos hujan di wilayah tersebut terpantau muncul dengan kriteria Masih Ada Hujan. Di wilayah bali bagian utara dan barat terpantau masih tidak turun hujan, sehingga pos hujan dengan kriteria kekeringan Panjang (21–30 Hari Tanpa Hujan) terlihat cukup banyak khususnya di wilayah tersebut. Beberapa pos hujan di wilayah Bali bagian utara terpantau sudah muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Panjang (31-60 Hari Tanpa Hujan), bahkan terdapat 1 pos hujan yang muncul dengan kriteria Kekeringan Ekstrim (Lebih dari 60 Hari Tanpa Hujan) yaitu di pos hujan Sumber Klampok (Gerokgak).
Pada dasarian III di bulan Juli hujan kembali turun di wilayah di Bali khususnya wilayah Bali bagian tengah dan timur, sehingga banyak pos hujan muncul dengan kriteria kekeringan Sangat Pendek (1-5 Hari Tanpa Hujan) hingga kriteria kekeringan Pendek (6-10 Hari Tanpa Hujan). Sebagian besar wilayah Bali barat dan utara terpantau masih tidak turun hujan, sehingga sebaran pos hujan dengan kriteria Sangat Panjang (31-60 Hari Tanpa Hujan) terlihat semakin banyak di wilayah tersebut, bahkan terdapat 3 pos hujan yang muncul dengan kriteria Kekeringan Ekstrim (Lebih dari 60 Hari Tanpa Hujan) yaitu di pos hujan Sumber Klampok dan Sumber Kima (Gerokgak) dan pos hujan Batur (Kintamani).
- Analisis Tingkat Ketersediaan Air Tanah (KAT) Bulan Juli 2026 Provinsi Bali
Analisis tingkat ketersediaan air tanah Provinsi Bali pada bulan Juli 2026 sebagian besar berkategori Kurang. Daerah dengan tingkat ketersediaan air tanah Cukup, yaitu Kecamatan Karangasem, Bangli, Penebel, Tampaksiring, Sidemen, Bebandem, Selat, Banjarangkan, Klungkung, Dawan, dan Manggis, sedangkan daerah dengan kategori Sedang terdapat di Kecamatan Baturiti, Pupuan, Petang, Abang, Rendang, dan Selemadeg.
- Prediksi Tingkat Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan September, Oktober, dan November 2026 Provinsi Bali
- Prediksi Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan September 2026
- Prediksi KAT untuk komoditas Padi pada bulan September 2026 seluruhnya berada pada kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Kedelai pada bulan September 2026 bervariasi. Sebagian besar wilayah Bali berada pada kategori Sedang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Jagung pada bulan September 2026 seluruhnya berada pada kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Kopi pada bulan September 2026 didominasi oleh kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Kakao pada bulan September 2026 seluruhnya berada pada kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Jeruk pada bulan September 2026 di wilayah Provinsi Bali didominasi oleh kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Jambu Mete pada bulan September 2026 bervariasi. Tetapi wilayah Bali bagian barat, timur, dan selatan berada pada kategori Kurang.
- Prediksi Ketersediaan Air Tanah (KAT) Komoditas Bulan Oktober 2026
- Prediksi KAT untuk komoditas Padi pada bulan Oktober 2026 seluruhnya berada pada kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Kedelai pada bulan Oktober 2026 bervariasi, namun didominasi oleh kategori Kurang, namun beberapa wilayah Bali bagian tengah berada pada kategori Sedang hingga Cukup.
- Prediksi KAT untuk komoditas Jagung pada bulan Oktober 2026 seluruhnya berada pada kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Kopi pada bulan Oktober 2026 didominasi pada kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Kakao pada bulan Oktober 2026 seluruhnya berada pada kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Jeruk pada bulan Oktober 2026 didominasi oleh kategori Kurang.
- Prediksi KAT untuk komoditas Jambu Mete pada bulan Oktober 2026 cukup bervariasi. Sebagian besar wilayah Bali masuk dalam kategori Kurang. Terdapat beberapa wilayah di Bali bagian barat, tengah, dan timur berada pada kategori Sedang hingga Cukup.


