Jembrana, 5 Mei 2026 – Stasiun Klimatologi Bali berpartisipasi aktif dalam kegiatan Perekayasaan Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) Tanaman Padi yang diselenggarakan di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (5/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat transformasi pertanian melalui penerapan teknologi budidaya modern yang lebih efisien, presisi, dan adaptif terhadap kondisi iklim. PM-AAS merupakan inovasi budidaya padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas melalui penerapan mekanisasi, teknologi spesifik lokasi, dan pengelolaan budidaya secara terpadu.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Bapak Amunudin Al Roniri, bersama perwakilan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pengembangan pertanian modern di Kabupaten Jembrana.
Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan demonstrasi teknis penerapan PM-AAS di lahan sawah, termasuk pengaturan sistem tanam dan penggunaan alat bantu tanam untuk memperoleh jarak tanam yang seragam. Kepala Stasiun Klimatologi Bali bersama para petani juga meninjau langsung proses penerapan teknologi di lapangan sebagai bentuk sinergi antara inovasi pertanian dan pemanfaatan informasi iklim.
Pada sesi diskusi, Kepala Stasiun Klimatologi Bali menyampaikan bahwa keberhasilan penerapan PM-AAS tidak hanya ditentukan oleh teknologi budidaya, tetapi juga oleh pemanfaatan informasi iklim yang akurat. Data curah hujan, prakiraan musim, serta informasi potensi cuaca ekstrem dari BMKG dapat menjadi dasar bagi petani dalam menentukan waktu tanam, pengelolaan air, hingga langkah mitigasi terhadap risiko gagal panen akibat anomali iklim.
“Informasi iklim merupakan bagian penting dari pertanian modern. Dengan mengintegrasikan teknologi budidaya dan layanan informasi iklim, petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sehingga produktivitas meningkat dan risiko akibat perubahan iklim dapat diminimalkan,” ujar Amunudin Al Roniri.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Stasiun Klimatologi Bali, BRMP, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dalam mendukung program modernisasi pertanian nasional. Kabupaten Jembrana menjadi salah satu daerah yang mengembangkan berbagai inovasi budidaya padi berbasis PM-AAS sebagai bagian dari peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, Stasiun Klimatologi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan layanan informasi iklim yang andal, mudah dipahami, dan aplikatif bagi sektor pertanian. Diharapkan sinergi antara teknologi pertanian modern dan informasi iklim dapat mendukung terwujudnya pertanian yang lebih produktif, efisien, tangguh terhadap perubahan iklim, serta berkelanjutan di Provinsi Bali.



